- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Medical Health Online
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Rp 57.000
Add to cart
Spesifikasi Barang :
| Buku | Bahasa |
| Ukuran Berat | 1 kg |
| Stock | Ready |
| Jenis | Baru / |
| Warna | - |
| Harga | Net |
PSIKOLINGUISTIK KAJIAN TEORETIK
Pengarang : Abdul Chaer
Penerbit : Rineka Cipta
ISBN : 978-979-518-884-1
Halaman : x + 313
Ukuran : 15,5 x 23,5
Berat : 500 gram
Harga : Rp. 57.000
Latar Belakang Buku
Buku Psikolinguistik ini pada awalnya adalah bahan perkuliahan pada Universitas Negeri Jakarta dan Universitas Muhammadiyah Profesor Doktor Hamka Jakarta, yang diambil dari berbagai sumber (lihat daftar pustaka), diharapkan dapat dapat melengkapi khazanah buku psikolinguistik yang ada dalam literature Indonesia.
Abdul Chaer, Lektor Kepala pada Universitas Negeri Jakarta (dulu: IKIP Jakarta) dan Universitas Muhamadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta, dalam mata kuliah Linguistik Umum, Semantik, Sosiolinguistik, dan Psikolinguistik. Lahir di Jakarta, memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Jurusan Bahasa Indonesia dari IKIP Jakarta tahun 1969. Mengikuti Post Graduate Training Programme pada Rejksuniversitet, Leiden, Negeri Belandatahun 1976-1977; Mengikuti Workshop on Applied Linguistik di Postuniversitair Centrum, Limburg, Hasselt, Belgia tahun 1976; Mengikuti Course on Lexicographi di School of Oriental and African Studies, Univercity of London, Inggris, tahun 1997. Sejumlah seminar mengenai Linguistik di dalam dan di luar negeri pernah diikuti.
Karyanya yang telah diterbitkan oleh PT Rineka Cipta adalah Pengantar Semantik Bahasa Indonesia (1990), Gramatika Bahasa Umum (1994), Sosiolinguistik: Pengantar Awal (1995), Kamus Ungkapan Bahasa Indonesia (2003), Kamus Malaysia dalam Masyarakat: Telaah Semantik (2006), Leksiologi dan Leksiografi (2007), Kajian Bahasa (2007), dan Morfologi Bahasa Indonesia: Pendekatan Proses (2008).
Buku yang diterbitkan oleh penerbit lain adalah Kamus Dialek Jakarta-Bahasa Indonesia (Nusa Indah, 1976 Edisi Revisi, Masup Jakarta 2009), Kamus Idiom Bahasa Indonesia (Nusa Indah, 1984), Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia (Bharata Karya Aksara, 1988), Penggunaan Imbuhan Bahasa Indonesia (Nusa Indah, 1989), Penggunaan Konjungsi dan Preposisi Bahasa Indonesia (1990), Belajar Mengarang (Manasco, 1993), Namaku Bahasa Indonesia (Manasco, 1993), Ketawa Ketiwi Betawi (Masup Jakarta, 2007), Kamus Ungkapan Bahasa betawi (Masup Jakarta, 2009).
C. Keunggulan Buku
Buku ini perlu dimiliki oleh mereka yang berkecimpung dalam bidang linguistik. Ada 10 perkara utama yang dibincangkan dalam buku ini, diantaranya adalah Sejarah perkembangan psikolinguistik, apa hakikat bahasa, asal-usul, fungsi serta proses berbahasa, hubungan berbahasa, berpikir, dan berbudaya, teori-teori linguistik dan pembelajaran dalam psikologi, aspek neurologi bahasa, gangguan berbahasa, pemerolehan bahasa, sintaksis, semantik dan fonologi, perkembangan bahasa anak, pembelajaran bahasa dan aspek makana ujaran.
Buku ini memberikan pengetahuan dasar terlebih dahulu kepada pembaca tentang psikolinguistik dan mengupasnya sehingga memudahkan pembaca dalam mempelajari bab bab selanjutnya. Susunan dari bab ke sub bab tersusun secara sistematis. Adanya butir-butir soal Tugas dan Latihan disetiap akhir bab yang dapat dijadikan alat evaluasi bagi pembaca sekaligus mempermudah dalam mempelajarinya. Adanya ajakan dari penulis kepada pembaca untuk menentukan sendiri pendapat atau teori yang di anggap paling benar/sesuai dengan pembaca. Hal ini tercermin dari adanya bab tersendiri yang menjelaskan tentang teori-teori linguistik dan teori pembelajaran dalam psikologi baik yang sejalan maupun yang saling bertentangan. Adanya gambar bagan pada materi yang dianggap sulit atau perlu adanya visualisasi untuk mempermudah memahaminya dan buku ini juga dilengkapi dengan daftar indeks.
Buku ini terdiri dari 15 bab dimana Bab I sampai Bab IV banyak menjelaskan tentang beberapa pakar linguistik, kajian psikologi, maupun kajian psikolinguistik, terutama tentang pandangan mereka terhadap bahasa dan kebudayaan. Bahasa yang merupakan objek kajian dari berbagai disiplin. Namun, dari disiplin linguistik itu sendiri dapat dicermati adanya berbagai teori atau aliran yang terkadang berbeda, tumpang tindih, maupun bertentangan.
Bab V dan VI manjelaskan tentang teori linguistic dan teori pembelajaran dalam psikologi dari beberapa tokoh beserta pemikiran mereka. Bab 7 dan 8 membahas tentang aspek neurologi bahasa baik dari segi struktur, fungsi, dan perkembangan, beberapa teori, otak wanita, peningkatan kemampuan otak serta beberapa gangguan dalam berbahasa.
Pada Bab 9, 10, 11, dan 12 secara tersirat menjelaskan tentang perkembangan bahasa anak, hanya titik pandangannya adalah masalah pemerolehan bahasa yang dibicarakan dalam pelbagai pandangan, hipotesis, dan teori sejumlah pakar yang pernah menelitinya. Bab 13 membahas tentang teori perkembangan bahasa anak sejak lahir sampai kira-kira menjelang usia sekolah menurut beberapa pandangan serta tahap-tahapannya. Bab 14 membahas tentang pembelajaran bahasa yang mengacu pada proses pembelajaran bahasa kedua (B2) setelah seorang anak memperoleh bahasa pertamanya (B1), beberapa hipotesis pembelajaran bahasa serta faktor-faktor dalam pembelajaran bahasa kedua. Bab 15 membahas tentang proses penyampaian makna oleh penutur kepada pendengar melalui satu atau serangkaian ujaran, makna ujaran, leksikal, gramatikal, kontekstual, dan ujaran taksa.
D. Nilai Buku
Buku ini disusun dari banyak sumber refrensi, bisa dilihat di daftar pustaka. Buku ini bisa dijadikan pelengkap/melengkapi khazanah buku psikolinguistik yang telah ada dalam literatur Indonesia seperti yang ditulis Mansur Pateda, Henry Guntur Tarigan, dan Sri Subyakto Nababan. Namun untuk pengayaan dan pengakuratan konsep, buku-buku lain seperti karya Slobin, Taylor, Sebeok, dan Osgood, Chomsky, Skinner, dan Lenneberg mau tidak mau perlu dibaca. Tambahan subjudul Kajian Teoritik dalam buku ini harus disikapi secara luwes karena banyak kaidah dalam studi pikolinguistik dan pembelajaran bahasa belum bisa secara tuntas bisa disebut sebagai suatu teori. Mungkin baru sampai tahap asumsi atau hipotesis, atau juga disikapi oleh sejumlah pakar secara berbeda. Pada bagian akhir buku ini tidak hanya disertai daftar indeks sebagaimana lazimnya buku-buku lain melainkan juga disertakan Tugas dan Latihan yang ditempatkan pada akhir setiap bab.
Pengarang : Abdul Chaer
Penerbit : Rineka Cipta
ISBN : 978-979-518-884-1
Halaman : x + 313
Ukuran : 15,5 x 23,5
Berat : 500 gram
Harga : Rp. 57.000
Latar Belakang Buku
Buku Psikolinguistik ini pada awalnya adalah bahan perkuliahan pada Universitas Negeri Jakarta dan Universitas Muhammadiyah Profesor Doktor Hamka Jakarta, yang diambil dari berbagai sumber (lihat daftar pustaka), diharapkan dapat dapat melengkapi khazanah buku psikolinguistik yang ada dalam literature Indonesia.
Abdul Chaer, Lektor Kepala pada Universitas Negeri Jakarta (dulu: IKIP Jakarta) dan Universitas Muhamadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta, dalam mata kuliah Linguistik Umum, Semantik, Sosiolinguistik, dan Psikolinguistik. Lahir di Jakarta, memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Jurusan Bahasa Indonesia dari IKIP Jakarta tahun 1969. Mengikuti Post Graduate Training Programme pada Rejksuniversitet, Leiden, Negeri Belandatahun 1976-1977; Mengikuti Workshop on Applied Linguistik di Postuniversitair Centrum, Limburg, Hasselt, Belgia tahun 1976; Mengikuti Course on Lexicographi di School of Oriental and African Studies, Univercity of London, Inggris, tahun 1997. Sejumlah seminar mengenai Linguistik di dalam dan di luar negeri pernah diikuti.
Karyanya yang telah diterbitkan oleh PT Rineka Cipta adalah Pengantar Semantik Bahasa Indonesia (1990), Gramatika Bahasa Umum (1994), Sosiolinguistik: Pengantar Awal (1995), Kamus Ungkapan Bahasa Indonesia (2003), Kamus Malaysia dalam Masyarakat: Telaah Semantik (2006), Leksiologi dan Leksiografi (2007), Kajian Bahasa (2007), dan Morfologi Bahasa Indonesia: Pendekatan Proses (2008).
Buku yang diterbitkan oleh penerbit lain adalah Kamus Dialek Jakarta-Bahasa Indonesia (Nusa Indah, 1976 Edisi Revisi, Masup Jakarta 2009), Kamus Idiom Bahasa Indonesia (Nusa Indah, 1984), Tata Bahasa Praktis Bahasa Indonesia (Bharata Karya Aksara, 1988), Penggunaan Imbuhan Bahasa Indonesia (Nusa Indah, 1989), Penggunaan Konjungsi dan Preposisi Bahasa Indonesia (1990), Belajar Mengarang (Manasco, 1993), Namaku Bahasa Indonesia (Manasco, 1993), Ketawa Ketiwi Betawi (Masup Jakarta, 2007), Kamus Ungkapan Bahasa betawi (Masup Jakarta, 2009).
C. Keunggulan Buku
Buku ini perlu dimiliki oleh mereka yang berkecimpung dalam bidang linguistik. Ada 10 perkara utama yang dibincangkan dalam buku ini, diantaranya adalah Sejarah perkembangan psikolinguistik, apa hakikat bahasa, asal-usul, fungsi serta proses berbahasa, hubungan berbahasa, berpikir, dan berbudaya, teori-teori linguistik dan pembelajaran dalam psikologi, aspek neurologi bahasa, gangguan berbahasa, pemerolehan bahasa, sintaksis, semantik dan fonologi, perkembangan bahasa anak, pembelajaran bahasa dan aspek makana ujaran.
Buku ini memberikan pengetahuan dasar terlebih dahulu kepada pembaca tentang psikolinguistik dan mengupasnya sehingga memudahkan pembaca dalam mempelajari bab bab selanjutnya. Susunan dari bab ke sub bab tersusun secara sistematis. Adanya butir-butir soal Tugas dan Latihan disetiap akhir bab yang dapat dijadikan alat evaluasi bagi pembaca sekaligus mempermudah dalam mempelajarinya. Adanya ajakan dari penulis kepada pembaca untuk menentukan sendiri pendapat atau teori yang di anggap paling benar/sesuai dengan pembaca. Hal ini tercermin dari adanya bab tersendiri yang menjelaskan tentang teori-teori linguistik dan teori pembelajaran dalam psikologi baik yang sejalan maupun yang saling bertentangan. Adanya gambar bagan pada materi yang dianggap sulit atau perlu adanya visualisasi untuk mempermudah memahaminya dan buku ini juga dilengkapi dengan daftar indeks.
Buku ini terdiri dari 15 bab dimana Bab I sampai Bab IV banyak menjelaskan tentang beberapa pakar linguistik, kajian psikologi, maupun kajian psikolinguistik, terutama tentang pandangan mereka terhadap bahasa dan kebudayaan. Bahasa yang merupakan objek kajian dari berbagai disiplin. Namun, dari disiplin linguistik itu sendiri dapat dicermati adanya berbagai teori atau aliran yang terkadang berbeda, tumpang tindih, maupun bertentangan.
Bab V dan VI manjelaskan tentang teori linguistic dan teori pembelajaran dalam psikologi dari beberapa tokoh beserta pemikiran mereka. Bab 7 dan 8 membahas tentang aspek neurologi bahasa baik dari segi struktur, fungsi, dan perkembangan, beberapa teori, otak wanita, peningkatan kemampuan otak serta beberapa gangguan dalam berbahasa.
Pada Bab 9, 10, 11, dan 12 secara tersirat menjelaskan tentang perkembangan bahasa anak, hanya titik pandangannya adalah masalah pemerolehan bahasa yang dibicarakan dalam pelbagai pandangan, hipotesis, dan teori sejumlah pakar yang pernah menelitinya. Bab 13 membahas tentang teori perkembangan bahasa anak sejak lahir sampai kira-kira menjelang usia sekolah menurut beberapa pandangan serta tahap-tahapannya. Bab 14 membahas tentang pembelajaran bahasa yang mengacu pada proses pembelajaran bahasa kedua (B2) setelah seorang anak memperoleh bahasa pertamanya (B1), beberapa hipotesis pembelajaran bahasa serta faktor-faktor dalam pembelajaran bahasa kedua. Bab 15 membahas tentang proses penyampaian makna oleh penutur kepada pendengar melalui satu atau serangkaian ujaran, makna ujaran, leksikal, gramatikal, kontekstual, dan ujaran taksa.
D. Nilai Buku
Buku ini disusun dari banyak sumber refrensi, bisa dilihat di daftar pustaka. Buku ini bisa dijadikan pelengkap/melengkapi khazanah buku psikolinguistik yang telah ada dalam literatur Indonesia seperti yang ditulis Mansur Pateda, Henry Guntur Tarigan, dan Sri Subyakto Nababan. Namun untuk pengayaan dan pengakuratan konsep, buku-buku lain seperti karya Slobin, Taylor, Sebeok, dan Osgood, Chomsky, Skinner, dan Lenneberg mau tidak mau perlu dibaca. Tambahan subjudul Kajian Teoritik dalam buku ini harus disikapi secara luwes karena banyak kaidah dalam studi pikolinguistik dan pembelajaran bahasa belum bisa secara tuntas bisa disebut sebagai suatu teori. Mungkin baru sampai tahap asumsi atau hipotesis, atau juga disikapi oleh sejumlah pakar secara berbeda. Pada bagian akhir buku ini tidak hanya disertai daftar indeks sebagaimana lazimnya buku-buku lain melainkan juga disertakan Tugas dan Latihan yang ditempatkan pada akhir setiap bab.

