- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Medical Health Online
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Rp 58.000
Add to cart
Spesifikasi Barang :
| Buku | Sejarah |
| Ukuran Berat | 1 kg |
| Stock | Ready |
| Jenis | Baru / |
| Warna | - |
| Harga | Net |
Kesadaran Nasional: dari Kolonialisme sampai Kemerdekaan Jilid I
Penulis : Prof. Dr. Slamet Muljana
Harga Buku : Rp 58.000
Penerbit " LKiS
Tebal : xii + 358halaman
Ukuran : 14,5cm x 21cm
Terbit : Cet I, Mei 2008M
Sinopsis
-------
Penerbitan buku ini adalah momentum yang tepat dalam rangka memperingati Satu Abad Kebangkitan Nasional. Satu abad yang lalu, pemoeda-pemoeda Indonesia mengikrarkan diri dalam satu tekad; Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa: Indonesia. Tekad ini kemudian dikenal dengan nama Sumpah Pemoeda. Buku ini selayaknya ditempatkan pada konteks pemupukan kesadaran nasional atau pengabdian kepada nusa dan bangsa; sikap yang mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan sendiri dan golongan; dan penguatan mentalitas anak bangsa di tengah persoalan yang menghimpit bangsa dewasa ini. Itulah sebabnya, Slamet Muljana, penulis buku ini, mewajibkan nasionalisme atau kesadaran nasional menjadi pendidikan pokok dalam sejarah Indonesia, yang bukan untuk dihafalkan, melainkan untuk dihayati.
Penulis : Prof. Dr. Slamet Muljana
Harga Buku : Rp 58.000
Penerbit " LKiS
Tebal : xii + 358halaman
Ukuran : 14,5cm x 21cm
Terbit : Cet I, Mei 2008M
Sinopsis
-------
Penerbitan buku ini adalah momentum yang tepat dalam rangka memperingati Satu Abad Kebangkitan Nasional. Satu abad yang lalu, pemoeda-pemoeda Indonesia mengikrarkan diri dalam satu tekad; Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa: Indonesia. Tekad ini kemudian dikenal dengan nama Sumpah Pemoeda. Buku ini selayaknya ditempatkan pada konteks pemupukan kesadaran nasional atau pengabdian kepada nusa dan bangsa; sikap yang mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan sendiri dan golongan; dan penguatan mentalitas anak bangsa di tengah persoalan yang menghimpit bangsa dewasa ini. Itulah sebabnya, Slamet Muljana, penulis buku ini, mewajibkan nasionalisme atau kesadaran nasional menjadi pendidikan pokok dalam sejarah Indonesia, yang bukan untuk dihafalkan, melainkan untuk dihayati.

