Medical Health Online

Ver El Yerno Millonario CapĂ­tulos Completos 2023

Garam, Kekerasan dan Aduan Sapi

Rp 60.000

Rp 50.000

Add to cart
Cliff TOEFL Preparation Guide

Cliff TOEFL Preparation Guide Cliff TOEFL Preparation Guide Cliff TOEFL Preparation Guide

Spesifikasi Barang :
BukuSejarah
Ukuran Berat1 kg
Stock Ready
JenisBaru / Bekas
Warna-
HargaNet
* Semua barang disini tersedia
orderPEMESANAN
Hubungi Kami di Contact
antarPENGIRIMAN
Barang dikirim ke rumah anda
Garam, Kekerasan dan Aduan Sapi: Esai-esai Tentang Orang Madura dan Kebudayaan Madura

Penulis: Huub De Jonge
Penerbit: LKiS, 2011
Tebal: 330 halaman
Harga: Rp. 50.000

Stereotipe-stereotipe orang Madura yang tersebar dan melekat di hati orang non-Madura pada umumnya bermakna negatif. Orang-orang memandang Madura sebagai orang-orang yang berwatak keras, angkuh, suka berkelahi, membunuh dan carok. Namun pernahkah anda berfikir, apakah yang menjadi penyebab (motivasi) hal tersebut? atau penahkah anda memahami secara menyeluruh budaya Madura?.

Prof. Huub De Jonge dalam bukunya berusaha mengangkat permasalahan-permasalahan seputar orang Madura itu sendiri sekaligus permasalahan stereotipe negatif Madura yang perlu untuk diperbaiki dan diklarifikasi. Beliau mencoba menjelaskan dengan jelas bahwa ada begitu banyak hal positif yang harus kita ambi dari budaya masyarakat Madura, seperti hal-nya harga diri, semangat kerja, kegigihan, pemberani, pelindung wanita, serta ketaatan dalam beragama.

Buku ini merupakan kumpulan-kumpulan esai, artikel, serta hasil penelitian beliau pada tahun 1976an yang dilakukan di Pulau Madura, tepatnya di tengah-tengah masyarakat Sumenep Kecamatan Prenduan. Dalam penelitiannya, beliau menggunakan pendekatan antropologis dengan didukung oleh kajian pustaka, dan pemerikasaan sumber-sumber arsip. Sehingga analisa yang disajikan oleh Prof. Huub De Jonge sangat menyeluruh dan saling berkaitan antar permasalahan yang satu dengan yang lain.

Kenyataannya, masyarakat Madura selalu dibanding-bandingkan dengan masyarakat non-Madura, seperti Jawa, dan lain sebagainya. Tidak jarang jika stereotipe-stereotipe negatif yang berkembang malah merugikan masyarakat Madura. Hal inilah yang menurut penulis harus diperbaiki, karena menurut penulis tidak ada yang salah dari orang Madura, karena setiap suku pastilah terdapat perbedaan. Beliau lebih setuju jika alangkah baiknya jika perbedaan tersebut dilihat dari sisi positifnya, karena bagaimanapun juga terdapat nilai-nilai luhur arif yang membentuk setiap suku sehingga menjadi berbeda antara yang satu dengan lainnya.

Company