- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Medical Health Online
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Rp 30.000
Add to cart
Spesifikasi Barang :
| Buku | Tokoh |
| Ukuran Berat | 1 kg |
| Stock | Ready |
| Jenis | Baru / |
| Warna | - |
| Harga | Net |
Dhawuh Gus Miek
Penulis : M. Nurul Ibad
Penerbit: Pustaka Pesantrn
ISBN : 979-8452-30-5
Tebal : xvi + 152 halaman
Berat : 1 Kg
Harga : 30.000
Buku yang di bahas oleh M. Nurul Ibad tentang Gus Miek ada beberapa judul yang bisa anda temukan di sini salah satunya yang berjudul Dhawuh Gus Miek yang mempunyai sinosisnya sebagai berikut, Gus Miek adalah sosok fenomenal dan kontroversial. Ia bukan kiai “biasa”; ia kiai kembara yang menghabiskan banyak waktu di luar pesantren tanpa mengabaikan tugas pokoknya sebagai kiai pesantren. Dakwahnya pun lintas: dari orang-orang pinggiran macam tukang becak dan pelacur hingga artis dan pejabat pemerintah. Buku ini berisi dhawuh-dhawuh Gus Miek yang dia sampaikan kepada banyak orang di berbagai kesempatan. Dari dhawuh-dhawuh ini kita bisa membaca kematangan seorang Gus Miek sebagai kiai kembara di mana petuah dan nasihatnya sarat dengan renungan dan pengalaman dia selama mengayomi umatnya. Membaca buku ini terasa seolah Gus Miek masih “hidup” dan ada di dekat kita.
Penulis : M. Nurul Ibad
Penerbit: Pustaka Pesantrn
ISBN : 979-8452-30-5
Tebal : xvi + 152 halaman
Berat : 1 Kg
Harga : 30.000
Buku yang di bahas oleh M. Nurul Ibad tentang Gus Miek ada beberapa judul yang bisa anda temukan di sini salah satunya yang berjudul Dhawuh Gus Miek yang mempunyai sinosisnya sebagai berikut, Gus Miek adalah sosok fenomenal dan kontroversial. Ia bukan kiai “biasa”; ia kiai kembara yang menghabiskan banyak waktu di luar pesantren tanpa mengabaikan tugas pokoknya sebagai kiai pesantren. Dakwahnya pun lintas: dari orang-orang pinggiran macam tukang becak dan pelacur hingga artis dan pejabat pemerintah. Buku ini berisi dhawuh-dhawuh Gus Miek yang dia sampaikan kepada banyak orang di berbagai kesempatan. Dari dhawuh-dhawuh ini kita bisa membaca kematangan seorang Gus Miek sebagai kiai kembara di mana petuah dan nasihatnya sarat dengan renungan dan pengalaman dia selama mengayomi umatnya. Membaca buku ini terasa seolah Gus Miek masih “hidup” dan ada di dekat kita.


