- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Medical Health Online
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Rp 50.000
Add to cart
Spesifikasi Barang :
| Buku | Sejarah |
| Ukuran Berat | 1 kg |
| Stock | Ready |
| Jenis | Baru / |
| Warna | - |
| Harga | Net |
Runtuhnya Kerajaan Hindu-Jawa dan Timbulnya Negara-negara Islam di Nusantara
Penulis: Slamet Muljana
Penerbit: LKiS, 2005
Tebal: 330 halaman
Harga: Rp. 50.000
Setelah hampir 200 tahun berdiri megah sebagai kerajaan Hindu tertua di tanah Jawa, Majapahit akhirnya hancur terkubur dalam puing-puing sejarah. Keruntuhannya terpicu oleh pergolakan sosial-politik yang tak terpisahkan dari peran Walisongo dalam persebaran Islam di Nusantara. Perebutan kekuasaan dan pertarungan ekonomi turut pula mewarnai episode terpenting dari sejarah Indonesia ini.
Buku yang sangat menarik sekaligus sangat kontroversial. Muljana dengan gamblang menjabarkan teorinya bahwa penyebar Islam di tanah Jawa sebagian besar adalah orang-orang keturunan Tionghoa dari mazhab Hanafi. Pandangan ini tentu mendobrak pemahaman yang telah baku bahwa Islam disebarkan dari Gujarat, Persia, atau langsung dari Arab. Sayangnya, dalam merumuskan teori tersebut, Muljana terlalu bergantung dengan sumber-sumber yang diragukan nilai kesejarahannya seperti Babad Tanah Jawi dan Serat Kanda, dan dengan sumber-sumber yang sangat kontroversial serta diragukan keberadaannya seperti Kronik Klenteng Sam Po Kong dan Cirebon
Penulis: Slamet Muljana
Penerbit: LKiS, 2005
Tebal: 330 halaman
Harga: Rp. 50.000
Setelah hampir 200 tahun berdiri megah sebagai kerajaan Hindu tertua di tanah Jawa, Majapahit akhirnya hancur terkubur dalam puing-puing sejarah. Keruntuhannya terpicu oleh pergolakan sosial-politik yang tak terpisahkan dari peran Walisongo dalam persebaran Islam di Nusantara. Perebutan kekuasaan dan pertarungan ekonomi turut pula mewarnai episode terpenting dari sejarah Indonesia ini.
Buku yang sangat menarik sekaligus sangat kontroversial. Muljana dengan gamblang menjabarkan teorinya bahwa penyebar Islam di tanah Jawa sebagian besar adalah orang-orang keturunan Tionghoa dari mazhab Hanafi. Pandangan ini tentu mendobrak pemahaman yang telah baku bahwa Islam disebarkan dari Gujarat, Persia, atau langsung dari Arab. Sayangnya, dalam merumuskan teori tersebut, Muljana terlalu bergantung dengan sumber-sumber yang diragukan nilai kesejarahannya seperti Babad Tanah Jawi dan Serat Kanda, dan dengan sumber-sumber yang sangat kontroversial serta diragukan keberadaannya seperti Kronik Klenteng Sam Po Kong dan Cirebon

