- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Medical Health Online
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Rp 48.000
Add to cart
Spesifikasi Barang :
| Buku | Sastra |
| Ukuran Berat | 1 kg |
| Stock | Ready |
| Jenis | Baru / |
| Warna | - |
| Harga | Net |
Merupa Buku
Penulis : Koskow (Widyatmoko)
Penerbit : LKiS
Terbit : Cet I,
Tebal : xx + 248 Halaman
Ukuran : 14,5 x 21 cm
ISBN : Kondisi Baru, stok lama
Harga : 48.000
Buku ini dibuat untuk beberapa alasan yaitu mendokumentasikan gerakan seni rupa buku beserta pengaruhnya di kemudian hari, mengamati irisan dunia seni rupa murni, desain grafis, penerbitan, serta gerakan sosial budaya pra hingga paska Reformasi. Buku ini dikerjakan terutama untuk membangun pengetahuan tentang desain. Di dalamnya terdapat ulasan mengenai kerja desain perwajahan buku yang diambil lewat pembacaan tulisan-tulisan di media massa, wawancara dengan para pelaku perwajahan buku, hingga mengamati pameran buku. Ringkasnya, tulisan-tulisan dalam buku ini bertujuan agar desainer, atau siapa saja yang berminat dalam perwajahan buku mampu membangun pengetahuan sendiri, bukan selalu pengetahuan diskursif yang kadang justru menghambat/bertentangan dengan semangat perubahan dalam dunia desain. Dalam kadar yang amat kikir, buku ini mau mengajak desainer-desainer agar mampu membangun pengetahuan sendiri tentang desain (to know) sebelum melakukan praktik desain (how to). Harapannya buku ini berusaha untuk mampu memberi sumbangan bagi pengetahuan desain(er), terutama desain perwajahan buku.
Sebagai sebuah bangunan pengetahuan, buku ini disusun melibatkan pengetahuan praktisi dalam hubungannya dengan semangat & kegelisahan jaman, yaitu kerja kolaboratif dalam penerbitan, ingatan-ingatan masa lalu, serta pemikiran kritis dalam melawan negara yang korup, otoriter, sentralistik, militeristik. Pengetahuan dalam penerbitan tersebut membangun sebuah gerakan sosial budaya yang pada gilirannya menjadi penanda jaman (Reformasi). Paling tidak tulisan-tulisan dalam buku ini berusaha memahami gerakan seni rupa buku di Jogja 1990-an di mana di sana selain hadir sikap perlawanan terhadap negara hegemonik, hadir pula ingatan terhadap citra perwajahan buku era sebelumnya (Pustaka Jaya) di mana dalam era tersebut bahasa visual yang kerap “dihadirkan” ialah seni rupa abstrak, bukan bahasa realisme atau local genus yang konon lebih mudah dan dekat dalam menyampaikan pesan ke khalayak. Disamping hal-hal di atas, buku ini dalam beberapa bagiannya berusaha melihat seni rupa/desain lewat gaya (style) yang dipahami dalam aspek form dan meaning, artis, komunitas, media, serta keberlangsungannya di kemudian hari. Salam. (Koskow, Oktober 2009)
Penulis : Koskow (Widyatmoko)
Penerbit : LKiS
Terbit : Cet I,
Tebal : xx + 248 Halaman
Ukuran : 14,5 x 21 cm
ISBN : Kondisi Baru, stok lama
Harga : 48.000
Buku ini dibuat untuk beberapa alasan yaitu mendokumentasikan gerakan seni rupa buku beserta pengaruhnya di kemudian hari, mengamati irisan dunia seni rupa murni, desain grafis, penerbitan, serta gerakan sosial budaya pra hingga paska Reformasi. Buku ini dikerjakan terutama untuk membangun pengetahuan tentang desain. Di dalamnya terdapat ulasan mengenai kerja desain perwajahan buku yang diambil lewat pembacaan tulisan-tulisan di media massa, wawancara dengan para pelaku perwajahan buku, hingga mengamati pameran buku. Ringkasnya, tulisan-tulisan dalam buku ini bertujuan agar desainer, atau siapa saja yang berminat dalam perwajahan buku mampu membangun pengetahuan sendiri, bukan selalu pengetahuan diskursif yang kadang justru menghambat/bertentangan dengan semangat perubahan dalam dunia desain. Dalam kadar yang amat kikir, buku ini mau mengajak desainer-desainer agar mampu membangun pengetahuan sendiri tentang desain (to know) sebelum melakukan praktik desain (how to). Harapannya buku ini berusaha untuk mampu memberi sumbangan bagi pengetahuan desain(er), terutama desain perwajahan buku.
Sebagai sebuah bangunan pengetahuan, buku ini disusun melibatkan pengetahuan praktisi dalam hubungannya dengan semangat & kegelisahan jaman, yaitu kerja kolaboratif dalam penerbitan, ingatan-ingatan masa lalu, serta pemikiran kritis dalam melawan negara yang korup, otoriter, sentralistik, militeristik. Pengetahuan dalam penerbitan tersebut membangun sebuah gerakan sosial budaya yang pada gilirannya menjadi penanda jaman (Reformasi). Paling tidak tulisan-tulisan dalam buku ini berusaha memahami gerakan seni rupa buku di Jogja 1990-an di mana di sana selain hadir sikap perlawanan terhadap negara hegemonik, hadir pula ingatan terhadap citra perwajahan buku era sebelumnya (Pustaka Jaya) di mana dalam era tersebut bahasa visual yang kerap “dihadirkan” ialah seni rupa abstrak, bukan bahasa realisme atau local genus yang konon lebih mudah dan dekat dalam menyampaikan pesan ke khalayak. Disamping hal-hal di atas, buku ini dalam beberapa bagiannya berusaha melihat seni rupa/desain lewat gaya (style) yang dipahami dalam aspek form dan meaning, artis, komunitas, media, serta keberlangsungannya di kemudian hari. Salam. (Koskow, Oktober 2009)


