- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Medical Health Online
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Rp 55.000
Add to cart
Spesifikasi Barang :
| Buku | Agama |
| Ukuran Berat | 1 kg |
| Stock | Ready |
| Jenis | Baru / |
| Warna | - |
| Harga | Net |
Agama Pelacur
Penulis : Nur Syam
Penerbit : LKIS
Tahun Cetak : 2011
Halaman : 199 hal
Ukuran : 14 x 21 cm
Harga : Rp 55.000
Ini adalah sebuah buku yang ditulis oleh guru besar bidang sosiologi IAIN Sunan Ampel Surabaya untuk menyoroti sebuah profesi yang selama ini kerapkali dianggap sebagian besar masyarakat sebagai profesi buruk dan menjijikkan: pelacur. Dunia pelacur memang dikesankan sebagai dunia kelam dan amoral. Pelacur menjadi sasaran gunjingan, hinaan, cercaan, olok-olok, bahkan distigma sebagai sampah masyarakat dan kelompok pinggiran yang telah keluar dari nilai-nilai agama. Benarkah demikian?
Buku ini memotret dunia pelacur dari sisi berbeda. Pelacur ditampilkan sebagai manusia biasa, seperti kita. Pelacur yang berkait kelindan dengan dunia seksualitas ternyata tidak serta-merta melupakan adanya Tuhan. Membaca buku ini, kita akan tahu bahwa dunia pelacuran tidak cuma menyajikan kebutuhan dan rekreasi seksual. Ia juga menghadirkan gairah ketuhanan yang membuncah.
Dengan kata lain, Tuhan tidak hanya hadir di hati kaum agamawan dan para shalih. Tuhan ternyata juga hadir di lubuk hati kaum yang dianggap hina-dina ini. Hanya, Tuhan bagi pelacur berdimensi sangat personal. Pelacur memandang Tuhan dengan takut dan senang. Takut karena merasa diri penuh noda dan dosa. Sedangkan senang karena hanya Dia-lah Dzat Maha Kasih, tempat dia melabuhkan harap agar diri dapat bebas dari lembah nista.
Fenomena pelacuran tidak sekadar menunjukkan adanya pola relasi gender yang timpang, mesin pengeruk uang, dan kelompok sosial yang selalu mendapat cacian dan hujatan, tetapi lebih dari itu, ia memiliki dimensi kemanusiaan yang perlu diperhatikan dengan cara empati agar kita tidak terjebak dengan ikut-ikutan mengumpat dan menghujat mereka. Sebab, pelacur adalah juga manusia yang memiliki spiritualitas dan bahasa tersendiri dalam mengapresiasi dan berdialog dengan Tuhannya.
Penulis : Nur Syam
Penerbit : LKIS
Tahun Cetak : 2011
Halaman : 199 hal
Ukuran : 14 x 21 cm
Harga : Rp 55.000
Ini adalah sebuah buku yang ditulis oleh guru besar bidang sosiologi IAIN Sunan Ampel Surabaya untuk menyoroti sebuah profesi yang selama ini kerapkali dianggap sebagian besar masyarakat sebagai profesi buruk dan menjijikkan: pelacur. Dunia pelacur memang dikesankan sebagai dunia kelam dan amoral. Pelacur menjadi sasaran gunjingan, hinaan, cercaan, olok-olok, bahkan distigma sebagai sampah masyarakat dan kelompok pinggiran yang telah keluar dari nilai-nilai agama. Benarkah demikian?
Buku ini memotret dunia pelacur dari sisi berbeda. Pelacur ditampilkan sebagai manusia biasa, seperti kita. Pelacur yang berkait kelindan dengan dunia seksualitas ternyata tidak serta-merta melupakan adanya Tuhan. Membaca buku ini, kita akan tahu bahwa dunia pelacuran tidak cuma menyajikan kebutuhan dan rekreasi seksual. Ia juga menghadirkan gairah ketuhanan yang membuncah.
Dengan kata lain, Tuhan tidak hanya hadir di hati kaum agamawan dan para shalih. Tuhan ternyata juga hadir di lubuk hati kaum yang dianggap hina-dina ini. Hanya, Tuhan bagi pelacur berdimensi sangat personal. Pelacur memandang Tuhan dengan takut dan senang. Takut karena merasa diri penuh noda dan dosa. Sedangkan senang karena hanya Dia-lah Dzat Maha Kasih, tempat dia melabuhkan harap agar diri dapat bebas dari lembah nista.
Fenomena pelacuran tidak sekadar menunjukkan adanya pola relasi gender yang timpang, mesin pengeruk uang, dan kelompok sosial yang selalu mendapat cacian dan hujatan, tetapi lebih dari itu, ia memiliki dimensi kemanusiaan yang perlu diperhatikan dengan cara empati agar kita tidak terjebak dengan ikut-ikutan mengumpat dan menghujat mereka. Sebab, pelacur adalah juga manusia yang memiliki spiritualitas dan bahasa tersendiri dalam mengapresiasi dan berdialog dengan Tuhannya.


